Home / Konsultasi / Berdosakah Menceraikan Istri Yang Tidak Pernah Pamit Saat Keluar Rumah?

Berdosakah Menceraikan Istri Yang Tidak Pernah Pamit Saat Keluar Rumah?

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on WhatsappShare on Google+Pin on Pinterest
perceraian-di-Jatim
Ilustrasi/beritagresik.com

Pertanyaan:

Kyai mau tanya, apakah baik istri yang setiap keluar rumah tidak pernah pamit sama suami? Andaikata diceraikan dosa tidak? Syukron kastir atas jawabannya. (DR. H. Ahmad Fajrul Falah, Tebuireng, Jombang)

Jawab:

Pada dasarnya perempuan saat masih gadis otoritas kekuasaannya ada pada orang tuanya terutama ayah. Namun ketika perempuan itu menikah maka otoritas kekuasaannya pindah ke tangan suami. Oleh sebab itu perempuan yang sudah menikah maka bakti ketaatannya yang paling utama adalah suami.

Di antara bentuk ketaatannya adalah selalu membuat suaminya ridho dalam setiap momen kehidupan. Betapa hebatnya pengagungan rasulullah terhadap suami atas istrinya sehingga beliau bersabda sebagaimana laporan Ummu Salamah yang mengatakan:

أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة

“wanita manapun yang meninggal dan suaminya ridha dengan istrinya ini, maka ia pasti akan masuk surga”. (Hr. Turmudzi : 1161)

Di antara mencari bentuk keridhaan suami adalah meminta izin atau berpamitan saat istri mempunyai kebutuhan untuk keluar rumah. Sehingga istri melakukan kewajibannya memenuhi hak suami untuk dipamiti. Hal ini selaras dengan hadis laporan Tamim Addari bahwa Rasulullah bersabda :

حق الزوج على الزوجة أن لا تهجر فراشه وأن تبر قسمه وأن تطيع أمره وأن لا تخرج إلا بإذنه وأن لا تدخل عليه من يكره

“kewajiban istri kepada suami adalah tidak meninggalkan kamarnya, menerima baik atas pemberiannya, mematuhi perintahnya, tidak keluar kecuali dengan izinnya dan tidak menerima tamu yang tidak disukai suaminya”. (Hr.Attabrani:1258)

Jadi jelas istri yang keluar tanpa izin suami bukan lah perbuatan yang baik, maka ia harus bertaubat dan memohon maaf kepada suaminya. Kemudian tentang talak (perceraian) tidak ada dosa di dalamnya, hal ini didasarkan firman Allah:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَنْ يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (229)

“Talak itu dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim”. (Albaqarah:229)

Di sana juga ada sebuah hadis laporan ibnu Umar yang menyatakan:

أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلاَقُ

“Hal yang paling dibenci dan halal menurut Allah adalah perceraian”. (Hr. Abu Daud:2180)

Maka hukum suami menceraikan istrinya –sebagaimana yang bapak tanyakan- tidak mengandung dosa sama sekali. Karena perceraian adalah otoritas suami terhadap istrinya. Hanya perbuatan tersebut merupakan hal yang halal alias diperbolehkan namun tidak disukai oleh Allah.

Maka sikap yang paling tepat adalah mengingatkan istri agar tidak keluar rumah tanpa izin, karena hal itu melanggar kewajiban seorang istri terhadap hak suami. Atau bersikap sebagaimana firman Allah di atas dengan tetap menjaga pernikahan dengan baik-baik atau melepaskannya (menceraiannya) dengan baik-baik juga dan tidak ada dosa dalam perceraian. Wallahu alam.

Pernah dimuat dalam Bangsaonline.com

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on WhatsappShare on Google+Pin on Pinterest

About Imam Ghazali

mm
DR. KH. Imam Ghazali Said, MA adalah Pengasuh PESMA AN-NUR dan Dekan Fakultas ADAB UIN Sunan Ampel Surabaya

Check Also

Kedudukan Hadis Tentang Tidurnya Orang Puasa Ibadah

Share this... Pertanyaan: Assalamualaikum Ustadz, apakah hadis yang menyebutkan bahwa tidur pada waktu puasa itu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *