Home / Artikel / Catatan Perjalanan Ke Tunisia (part4) – Sahabat Abu Zam’ah, ra Yang Terlupakan

Catatan Perjalanan Ke Tunisia (part4) – Sahabat Abu Zam’ah, ra Yang Terlupakan

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest
Depan Makam Abu Zam'ah al-Bawi, ra
Depan Makam Abu Zam’ah al-Bawi, ra

Ketika saya dapat informasi bahwa di Kairawan ada makam sahabat Rasul saw, tentu saya sangat tertarik utk berziarah. Ternyata info itu betul. Sahabat yang dimakamkan itu bernama Abu Zam’ah al-Bawi, ra (600-676 H). Ia ikut menjadi rombongan jamaah umrah bersama Rasul saw pada th 6 H/628 H yang gagal masuk Mekah karena tidak mendapat izin dari penguasa Mekah yang dipimpin Abu Sufyan. Proses umrah yang gagal inilah yang menelorkan perjanjian Hudaibiyah. Sebelum perjanjian tercapai, ada peristiwa penting, populer dengan perjanjian sumpah setia yang diridai Allah (bay’ah al-ridwan). Nah…… Abu Zam’ah adalah salah seorang sahabat yang terlibat langsung dalam bay’ah al-ridwan ini.

Pasca Rasul wafat, ia aktif berperan dalam beberapa ekspidisi pembebasan beberapa kawasan, utamanya pada masa Umar bin Khattab, ra. Ekspidisi terpenting yang ia ikuti pasukan dibawah panglima Muawiyah bin Khadij, ra pd masa Utsman bin Affan, ra yang mengantarkan dirinya untuk berjuang dan berdakwah di Afrika ( saat ini : Tunisia). Akhirnya ia wafat pd 676 M di daerah Jaluliyah berjarak 40 mil/ 20 km sebelah utara kota Kairawan. Ia dimakamkan di tempat wafatnya. Pada abad ke 16 M, jenazahnya dipindah ke Kairawan dengan perhormatan yang layak sebagai jenazah sahabat Nabi.

Kawasan makamnya di Kairawan terletak di dekat mihrab masjid yang memiliki kubah indah khas Afrika. Karena baru tiba di kawasan makam pukul 21 30, saya tidak diberi izin masuk ke area makam dari dekat. Masjid ini memiliki halaman yang cukup luas, yang saat ini dimanfaatkan sebagai lahan parkir para peziarah. Halaman dikelilingi tembok segi empat. Dari luar tembok adalah jalan selebar 15 m. Arah depan masjid sekitar 20 m dari pintu masjid, terhampar lapangan luas yang indah dan bersih sekitar 100×100 m. Suatu pandangan yang sulit saya temukan di Indonesia. Saya harus bersyukur bisa berziarah ke makam sahabat Nabi ini.

Kemal Atta Turk International Airport: Istanbul, 16-11-2016.

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About PESMA AN-NUR

mm

Check Also

Diaspora Kaum Yahudi

Share this...  Setelah persatuan dan kesatuan Kerajaan Israel warisan king David dan Solomon itu tak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *