Home / Kabar Pesantren / Gebyar Maulid 2016*

Gebyar Maulid 2016*

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest
Pembukaan Gebyar Maulid 2016
Pembukaan Gebyar Maulid 2016

Entah bagaimana awal mulanya “Kalau bahasa anak muda, ini namanya ulang tahun atau ultah, kalau cara memperingati lahirnya Kanjeng Nabi dikatakan Maulid, kalau dalam kategori kampus namanya Dies Natalis,” ucap seorang budayawan ternama bapak emha ainun nadjib di suatu saat ketika mengisi materi rutinitas di suatu tempat dengan candaan atau yang orang jawa menyebutnya guyon, menyadarkan akan beragam sebutan ulang tahun, yang sedikit banyak juga mengisyaratkan fragmentarisme dalam alam pikir dan budaya kita.

Di malam jumat pada 17 November 2016, tepatnya di halaman Pesma AN-NUR Wonocolo Surabaya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW telah dibuka dengan sangat meriah seperti halnya pembukaan seremonial pada umumnya. Dari awal agenda maulid ini terdengar jelas pekik gemuruh sholawat dari para santri Pesma AN-NUR menggenangi tiap sudut di celah keramaian kota metropolitan Surabaya.

Sambutan dari pengasuh yang kali ini diwakili oleh Gus Mirwan Ahmad Taufiq, beliau menyemangati seluruh santri untuk lebih giat mengaji dan beribadah dengan totalitas dan profesionalitas. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia mas Moh. Aminuddin, selaku ketua panitia dia berharap kerja samanya para panitia dan seluruh teman-teman santri. “Kalau bukan kerja sama panitia dan teman-teman santri, acara gebyar maulid ini mustahil akan berjalan sesuai agenda yang direncanakan” ujarnya.

Gebyar maulid 2016 Pesma An-nur dibuka langsung oleh wakil pengasuh bapak drs. Muhid Efendi. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh santri “untuk menjadikan kebiasaan kebiasaan yang baik sebagai tradisi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di lingkungan kampus dan bermasyarakat”

Tiap-tiap alur telah dilaksanakan sesuai rencana yang telah dikonsep rapi hingga pada puncaknya. Namun tak disangka-sangka ketika acara menjelang akhir tepatnya waktu mahalul qiyam perlahan hujan turun namun yang sedikit tidak seperti pada umumnya yang masyarakat kalau hujan langsung buyar dan acara menjadi tidak kondusif, malah disini antusias serta semangat dari santriwan-santriwati Pesma AN-NUR yang meluap-luap itu berefek pada tetapnya koneksi hati mereka kepada kanjeng rosul meskipun sempat semrawut mencari tempat, dan pula ada yang sibuk ngurusin sound system, dan lain sebagainya, namun sholawat nabi tak putus dg kendala hujan deras, “aku baru kali ini melihat ada masalah besar berupa hujan yang cukup lebat namun tak surut mematahkan semangat dan cinta kepada rasulullah, mereka sudah tau akan basah karena air hujan yang cukup lebat itu namun tetap kokoh berdiri bersama menunjukkan bahwa inilah umat Muhammad yang sesungguhnya, bukan hanya pandai mengadopsi dalil-dalil untuk menjatuhkan orang lain, namun wujud dari cinta kasih seperti teladan kita semua yakni rasulullah saw” ujar salah seorang santri yang tidak mau disebut namanya.

#AnNurDuweGawe #AnNurMaulid #PembukaanGebyarMaulid2k16

*by: Aminuddiningrat

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About OSPM An-Nur

mm

Check Also

Undangan Halal Bihalal dan Reuni Akbar #2

Share this... Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan hormat, kami mengundang saudaraku keluarga besar alumni PM An-Nur ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *