Home / Artikel / Konflik Batin

Konflik Batin

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Konflik, jika terkait dengan faktor dari luar diri, seperti konflik dengan orang lain, tidak lebih berat dibanding konflik dengan diri sendiri. Konflik yang termasuk kategori konflik batin ini sungguh tiada terkira beratnya. Boleh jadi orang pandai mengatasi konfliknya dengan pihak lain, namun begitu mengalami konflik batin atau konflik dengan dirinya sendiri, dia berubah menjadi lemah dan tidak berdaya.

Konflik batin itu tidak mudah ditengarai gejalanya. Yang tahu betul hanya orang yang merasakannya. Pihak lain mungkin melihat si penderita sebagai orang yang hebat dan kuat. Namun, penderita konflik batin sesungguhnya dalam kondisi yang sangat rapuh dan lemah. Bisa dipahami jika dia kemudian mudah kerasukan pikiran-pikiran ngawur. Orang demikian, menurut istilah sekarang, sedang dilanda galau tingkat dewa.

Dengan penjelasan betapa dahsyatnya dampak konflik batin, semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah dari segala persoalan yang menggelisahkan. Namun, namanya manusia, bukan mustahil kita juga bisa terserang konflik batin. Karena itu, setidaknya ada beberapa resep yang dapat digunakan agar selamat dari konflik batin, atau jika sudah terserang, dapat lekas sembuh.

Pertama, dekatkan terus diri ini kepada Allah melalui aneka ibadah. Saya sendiri sering merasakan, begitu kualitas ibadah ini menurun, biasanya lalu muncul masalah aneh-aneh. Pikiran menjadi kacau. Lalu, kondisi fisik biasanya menjadi malas dan berat ngapa-ngapain. Ini akan sembuh kalau kita kembali menghadap Allah. Makanya, beribadah secara khusyuk dan istikamah itu bukan hanya penting, namun sangat perlu, agar hidup kita menjadi damai dan bebas dari galau.

Kedua, sibukkan diri dengan macam aktivitas bermanfaat. Yaitu semua aktivitas yang menambah wawasan dan persaudaraan. Aktivitas semacam itu banyak ragamnya. Mudah galau, antara lain, adalah karena kita dalam kondisi nganggur, atau sibuk beraktivitas namun aktivitasnya justru dalam dosa dan maksiat, atau minimal kurang bermanfaat.

Ketiga, giatkan beramal untuk kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan sejati diperoleh karena memberi, bukan menerima, apalagi meminta. Ketika kita dalam kondisi tidak bahagia karena terserang konflik batin, mari kita ingat bahwa masih banyak orang yang lebih menderita dari kita. Jangan kita hanya fokus pada diri kita. Mulai sibukkan berbuat baik untuk kebahagiaan orang lain. Dengan begitu, kita bisa melupakan kondisi batin kita dan berbahagia melihat kebahagiaan orang lain.

Terakhir, segera putuskan dan selesaikan urusan yang menyebabkan kita menderita konflik batin. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Jika benar-benar tidak mampu memutuskan, atau khawatir salah memutuskan, lakukan shalat istikharah. Segera berdoa dan minta petunjuk kepada Allah. Dan, jangan lupa pula, sharing dan minta pendapat kepada sahabat-sahabat dekat yang sayang dan peduli kepada kita. Ini penting. Motivator terkenal, Dr M Taufiqi Bravo Viec, bilang, penyesalan seringkali disebabkan karena kita mengabaikan nasihat terbaik dari orang-orang di sekitar yang mencintai kita.

Ayo terus berusaha menjadi orang baik. Semoga kita semua dikaruniai oleh Allah kebahagiaan sejak di dunia ini hingga akhirat kelak. Bismillah.

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About M. Husnaini

mm
M. HUSNAINI : Alumni Pesma An-Nur Surabaya Angkatan 2003. Penulis dan Penyunting Sejumlah Buku

Check Also

Diaspora Kaum Yahudi

Share this...  Setelah persatuan dan kesatuan Kerajaan Israel warisan king David dan Solomon itu tak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *