Home / Galeri Buku / Manasik Haji dan Umrah Rasulullah saw.; Fikih Berdasarkan Sirah dan Makna Spiritualnya.

Manasik Haji dan Umrah Rasulullah saw.; Fikih Berdasarkan Sirah dan Makna Spiritualnya.

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Judul : Manasik Haji dan Umrah Rasulullah saw.; Fikih Berdasarkan Sirah dan Makna Spiritualnya.
Penulis : Dr. H. Imam Ghazali Said, MA
Penerbit : UIN Sunan Ampel Press
ISBN : 978-602-332-069-1
Ukuran : 15 x 23 cm,  xxiv + 292 hlm. Cetakan I.
Tahun Terbit : Januari 2017

Manasik haji rasulullah saw. Telah banyak ditulis dengan berbagai pendekatan dan metodelogi. Dan yang paling dominan, meyebar di dunia islam adalah pendekatan dan metode fikih. Sedang manasik haji dan umrah rasul saw. yang ditulis dengan pendekatan dan metodelogi sejarah biasanya menjadi kajian sisipan dari pembahasan terhadap sirah nabawiyah secara keseluruhan. Karena itu, pembahasannya tidak terlalu mendetail. Buku berjudul “Manasik Haji dan Umrah Rasulullah saw; Fikih berdasar sirah dan makna spiritualnya”, karya Dr. KH. Imam Ghazali Said. MA. Adalah karya serius karena berasal dari bagian penting disertasi yang telah diuji di hadapan tujuh guru besar pada program pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya (Saat ini UINSA). Karena itu dapat dipastikan bahwa karya ini mempunyai nilai akademik yang sangat tinggi. Apalagi jauh sebelum menjadi buku, penulisnya sudah mempraktikkannya beberapa kali musim haji dan umrah di luar musim haji. Jadi, buku ini adalah pengejawantahan praktik akademik yang dihayati makna spiritualitasnya.

Berkualitas atau tidak suatu karya ilmiah dalam pendekatan sejarah diukur dengan kemampuan penulisnya untuk dapat mengakses sumber-sumber primer. Persoalan ketajaman analisa menjadi indikator kedua setelah sumber primer. Di antara kelebihan buku ini adalah kemampuan penulisnya untuk mengakses karya-karya sejarah paling kuno dan terpercaya yang terkait dengan manasik haji rasulullah saw. Sumber-sumber primer yang saya maksud adalah petunjuk ayat-ayat alquran dan hadits yang terkait dengan sejarah manasik, kemudian dua sumber otoritatif ini dikonfirmasi dengan karya-karya sejarah semisal al-Sirah al-Nabawiyah karya Ibn Hisyam, Akhbaru Makkah wa Ma Jaa Fiha Min Asar karya al-Azraqi, Syhifau Al-Garam fi Akhbar Al Balad Al-Haram karya al-Fakihi dan lain-lain. Buku ini punya nilai plus lagi mengingat sumber-sumber primer tersebut dikonfirmasi juga dengan karya-karya sejarawan modern semisal: Al-Tarikh Al-Qawim Li Makkah Wa Baytillah Al-Karim, karya Sheikh Muhammad Thahir Al-Kurdi, Tarikh Makkah Al Mukarramah Qodiman Wa Hadisan karya DR. Muhammad Ilyas Abd Ghani, dan lain-lain.

Mengingat karya sejarah tidak bisa lepas dari waktu cara dan tempat, maka untuk mengetahui situs-situs sejarah yang terkait dengan manasik haji rasulullah saw. Penulis buku ini memburu sumber dari karya-karya yang memadukan antara geografi dan peristiwa sejarah, semisal: Atlas al-Quran al-Karim, Atlas al-Sirah al-Nabawiyah karya DR. Syawqi Abu Khalil, Atlas al-Hajj wa al-‘Umrah Tarikhan wa Fiqhan karya DR. Sami Abdullah al-Maghluts dan lain-lain. Informasi dari buku-buku yang punya nilai akademik sangat tinggi tersebut dikonfirmasi secara kritis oleh penulis melalui penelitian lapangan selama lebih dari sembilan tahun. Suatu kegiatan akademik yang bisa dikatakan “sebagai sangat melelahkan”. Karena itu, tak diragukan bahwa buku ini menjadi suatu karya “baru” yang belum didahului oleh penulis lain.

Secara keseluruhan buku ini menginformasik praktik manasik berdasarkan prilaku yang ditunjukkan oleh rasulullah saw. Melalui informasi al-Quran, Hadis dan sirah nabawiyah dengan pendeketan sejarah. Pada umumnya buku-buku manasik yang menggunakan pendekatan fikih hanya berdasarkan sumber kitab-kitab klasik yang pada umumnya tanpa disertai teks dari alquran dan hadis sebagai sumber otoritatif. Pola praktik manasik seperti ini memang mendunia termasuk yang dilakukan oleh warga nahdiyin. Sementara, sebagian kaum muslim mempraktikkan manasik haji denga cara merujuk langsung pada alquran dan hadis dengan “mengabaikan” metode usul fikih dan fikih. Buku ini menggagas praktik manasik jalan tengah dengan memadukan antara pola pendekatan alquran-hadis dan pendekatan fikih tanpa harus menuduh kanan-kiri sebagai salah, bid’ah apalagi sesat. Suatu gagasan yang sangat cocok dengan kepribadian dan cara berpikir warga nahdlatul ulama, dan saya kira akan mudah diterima oleh kaum muslim yang punya kecendrungan Muhammadiyah dan mereka yang mengaku sebagai pelanjut kaum salafi.

Info pemesanan : 087750088787 (via wa)

 

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About PESMA AN-NUR

mm

Check Also

Kiai Kantong Bolong

Share this... Judul : Kiai Kantong Bolong. Penulis : Rizal Mumazziq Z Penerbit : Quanta ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *