Home / Profil / Pengasuh

Pengasuh

Dok. Pribadi

Imam Ghazali Said, lahir di Sampang 12-02-1960 adalah pengasuh Pesantren Mahasiswa “An-Nur” Surabaya. Selain itu, ia juga staf pengajar di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Sunan Giri Surabaya (2002-2004), LPBA Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya (2004-2006), dan Universitas Darul Ulum Jombang (2000-2002). Pendiri pesantren anak yatim “Al-Bisri” Gunung Anyar Surabaya (2008-sekarang), Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin Ombul Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang (1991-sekarang). Aktif menjadi peserta dan nara sumber dalam seminar nasional dan internasional.

Latar Belakang Pendidikan

Pendidikan dasarnya ia peroleh dari ayahnya sendiri, KH M. Said Masyhudi. Sejak awal, ia memperoleh pendidikan informal keagamaan dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Tercatat beberapa pesantren yang telah berjasa menempa dan membesarkan namanya, antara lain: Ponpes Hidayatul Muhtadiin, Ombul, Nurul Ulum Banyuanyar, kedua pesantren ini terletak di Kabupaten Sampang; Pesantren Ilmu al-Qur’an (PIQ) Singosari Malang, Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo dan Pesantren Bustanul Arifin Batokan; dua pesantren terakhir terletak di Kabupaten Kediri.

Sedang pendidikan formalnya, ia tempuh dari SDN sampai PGAN di Sampang, Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya; meraih gelar Bachelor of Art (BA) pada 1982 dan meraih gelar Doktorandus (Drs) pada 1984. Usai menyelesaikan studi di IAIN Sunan Ampel, ia mendapatkan beasiswa dari Universitas al-Azhar untuk belajar di Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab di Cairo Mesir pada 1984. Kemudian ia memperoleh gelar Licenc (Lc) dari Fakultas tersebut pada 1986. Pada akhir 1986, ia memperoleh beasiswa dari Alesco (Arab League for Education, Scientific and Cultural Organization) untuk belajar di Khartoum International Institute dan memperoleh gelar Master of Art (MA) pada 1988, sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

Pada akhir 1988 itulah ia kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmunya. Kemudian pada 1996-1998 kembali lagi ke Cairo untuk ikut program Doktor di Fakultas Adab Cairo University. Pada 2002, ia ikut program Doktor di Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama menempuh studi formal di Timur Tengah, ia menyempatkan diri untuk belajar non-formal kepada para masyayikh di antaranya; DR Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki, Syeikh Yasin bin Isa al-Padani, dan Syeikh Ismail bin Zayn al-Yamani (Makkah). Ia belajar khusus Ushul Fiqh pada Syeikh Muhammad Mutawali al-Sya’rawi (Cairo). Ia juga belajar pergerakan dan pemikiran Islam pada DR. Abdullah Hasan al-Turabi dan DR. Aun Syarif Qasim (Khartoum).

Pengalaman Organisasi

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif di organisasi mahasiswa, baik intra maupun ekstra. Ia pernah menjadi anggota BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) Fakultas Adab, 1980-1981, dan Ketua I Senat Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel (1982-1983). Di ekstra kampus, ia pernah memegang jabatan salah seorang ketua Rayon PMII Fakultas Adab, Ketua I PMII Cabang Surabaya.

Selama menempuh studi di Timur Tengah ia aktif di PPI (Pertimbangan Pelajar Indonesia) di Mesir, Ketua PPI Sudan (1987-1988). Di samping itu, ia pernah menjadi salah seorang ketua Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Mesir (1986-1988). Dengan legitimasi sebagai aktifis organisasi tersebut, ia dapat berkomunikasi dengan aktifis organisasi pemuda Internasional.

Sepulang ke tanah air, ia aktif di Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjadi ketua Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr (1992-1995) PWNU Jatim, wakil sekjen PP RMI (Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah), untuk masa khidmah 1995-1999. Sekretaris PW RMI Jatim (2003-2007). Wakil Rais Syuriah PCNU kota Surabaya (2005-2010) dan (2016-2021). Salah satu anggota Lembag Bahtsul Masail (LBM PBNU) (2005-2010), pada 8-10 Agustus 2003 ia ikut kongres pertama Rabithah Haji Indonesia (RHI) di Jakarta. Saat itulah ia ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah RHI Jawa Timur. Pada 2007, atas kesepakatan para tokoh lintas agama ia dipilih secara aklamasi sebagai ketua Forum Kerukunan ummat Beragama (FKUB) kota Surabaya (2007-2013). Organisasi ini menjadi sarana diplomasi untuk “memasarkan” kehidupan saling pengertian dan dialog konstruktif diantara para pemeluk agama di pentas internasional. Melalui forum ini ia membawa para tokoh lintas agama (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu) Surabaya untuk lakukan dialog di Amman, Yordania dan mengunjungi kota tua Yerussalem pada 2012. Selanjutnya, ia melakukan kunjungan ke Vatikan untuk menemui paus dan melakukan dialog dengan para tokoh katolik untuk mendekatkan antara Indonesia yang mayoritas Islam dengan umat katolik yang di Indonesia punya pengikut minoritas. Kunjungan dan dialog lain dilakukan pada 2013.

Pada periode 2013-2018 ia terpilih sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Untuk memperdalam perkembangan sejarah kebudayaan Islam di Eropa, ia memimpin rombongan dosen lintas fakultas UINSA ke Spanyol (Madrid, Toleda, Cordoba, Sevilla dan Granada) yang menghasilkan karya “Dari Makkah, Yerussalem sampai Cordoba. Dinamika Kebudayaan Islam di Timur Tengah dan Spanyol Pada 2015”. Selanjutnya ia mendalami Budaya Islam di Spanyol dan Maroko dan menghasilkan karya : Islamic Cultural Heritage Fot the Formation of Spanish History and Identity, pada 2016. Pada tanggal 13-19 november 2016 ikut serta dalam seminar internasional tentang Family Against Terrorism and Ekstremis, di Tunis ibu kota Tunisia.

Pada bulan Oktober 2010 sampai sekarang menjadi pengasuh tetap tanya jawab Islam sehari-hari pada rubrik Religia di HARIAN BANGSA (Jawa Pos Group Surabaya). Pada tahun 2011 menggagas Kajian dan Penghayatan Tasawuf kerjasama YAPESMA “AN-NUR” – HARIAN BANGSA yang dilaksanakan pada pertengahan Mei 2011 di Graha Pena Surabaya.

Pengalaman Haji

Ia melaksanakan ibadah haji yang pertama pada 1986 melalui ibadah umrah pada bulan Ramadlan. Ia berangkat dari terusan Suez mengarungi laut Merah menuju Jeddah dengan naik kapal Saudimound. Selanjutnya ia berangkat ke Madinah; baru kemudian ke Makkah. Dengan demikian ia mengambil miqat untuk melaksanakan umrah dari Dzulhulaifah. Pada tahun itu juga, selain melaksanakan ibadah haji, ia menjadi petugas haji di Konsulat Jendral RI di Jeddah, Makkah, dan Masya’ir Muqaddasah. Pada musim haji 1987, ia berangkat dari Khartoum Sudan dengan pesawat udara menuju King Abdul Aziz Airport. Pada tahun itu ia menjadi Mursyid al-Dini (Pembimbing Agama dan Manasik Haji) di Maktab 17 Falaq, Makkah, pimpinan Syaikh Zuhair Hisyam. Pada musim haji 1988, ia berangkat dari Khartoum, melalui Port Sudan menuju Jeddah dengan naik kapal laut. Dengan demikian, ia mengambil miqat di Yalamlam. Pada tahun itulah ia menjadi Mursyid al-Dini setelah diuji oleh Syaikh Ali Thanthawi di Muassasah Pusat Pelayanan Haji Asia Tenggara di Makkah, dan ditempatkan di Maktab 22 Misfalah, pimpinan Syaikh Zainal Arifin Jaha.

Pada musim haji 1996, ia bersama istri (Nikmah Noer, SH) melaksanakan ibadah haji dari Indonesia, dan menjadi ketua rombongan yang tergabung dalam kloter 46 Sub. Pada 1997, setelah mengikuti program Doktor di Cairo University, berangkat melaksanakan ibadah haji dan menjadi pembimbing manasik di PT Linda Jaya, pelaksana jamaah ONH Plus bersama Prof DR. HM. Roem Rowi, MA. Pada 1998, ia bersama kedua orang tuanya (KM. Said Masyhudi dan Nyai Munirah Hariri) melaksanakan ibadah haji sekaligus menjadi pembimbing manasik di PT Patuna, pelaksana Jamaah ONH Plus bersama alm. KH. Yusuf Muhammad.

Pada 2001, ia menjadi petugas TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) yang tergabung dalam kloter 11 Sub. Pada 2002, ia memimpin jamaah haji ke Makkah dan Madinah yang tergabung dalam KBIH Nur al-Salam Surabaya. Pada 2004, 2005,2006,2007,2008, 2009 dan 2010 menjadi Koordinator Pembimbing Manasik KBIH Takhobbar Telkom Jawa Timur. Sejak 2015 menjadi koordinator pembimbing umroh di UINSA Travel.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa

Pada 1993, ia bersama para pemikir muda dan didukung secara finansial oleh mertuanya al-marhum H M. Noer, merintis pembangunan fisik Pesantren Mahasiswa an-Nur di Wonocolo, Surabaya. Setahun kemudian, tepatnya 1994, pesantren ini mulai menerima santri, yang pada saat itu hanya menerima 20 (dua puluh) orang santri-mahasiswa. Satu tahun berikutnya, tepatnya 21 Agustus 1995 bertepatan 14 Rabi’ul Awal 1416 H, pesantren ini diresmikan oleh ketua umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid. Walaupun pesantren ini tak signifikan untuk digolongkan sebagai “Pesantren besar”, tetapi tiap tahunnya selalu mengalami perkembangan sampai tahun 2011 fluktuasi santri berkisar antara 200-250 orang.

Karena dorongan intensitas hubungan silaturrahim yang dilakukan oleh H. Imam Ghazali Said dengan para kyai dan para pemikir baik dalam skala lokal, regional, nasional maupun Internasional. Pesantren ini sudah dikunjungi oleh para pemikir nasional, seperti: Prof. KH. Ali Yafi, Prof. DR. KH. Said Aqiel Siradj, Masdar Farid Mas’udi, Ulil Abshar Abdalla, dua Menteri Agama KH. Tolchah Hasan, Prof. DR. Said Agil Husin al-Munawwar, KH Musthafa Bisyri DR. Hasanah Ogata (Jepang) Ashok Kumar Mirpuri (Dubes Singapore) Emsook Jung (Korsel) DR, Ismet Fanany (Deakin Univ Australia) Rasli Karim (Malaysia) Mr. Robeen (Canada), Prof. MC. Riklefs (Australia Guru Besar Singapore Univ) Pada tahun 2008 mendirikan TK Unggulan An-Nur di bawah Yayasan Pesantren Mahasiswa (YAPESMA) An-Nur. Pada tahun yang sama ia mendirikan Pesantren Anak Yatim Al-Bisri. Saat ini pesantren terakhir membina dan mendidik sebanyak 46 orang santri. Seluruh biaya pendidikan konsumsi, akomodasi dan lain-lain ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan Al-Bisri yang dipimpin oleh H Ulya Abdillah. Dana untuk biaya anak-anak yatim sebagian besar diperoleh dari penghasilan pribadi Ketua yayasan, pengasuh, para anggota yayasan dan para donatur. Pada tahun 2010 ia membangun Pesantren Anak Yatim Putri Al-Bisri. Saat ini masih dalam taraf penyelesaian. Rencananya pada Juli 2011 akan menerima santri anak yatim putri.

Karya Tulis

Di tengah kesibukannya memimpin pesantren dan mengajar di berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur serta aktif memimpin dan mengkoordinir berbagai organisasi Pendidikan dan Sosial, ia masih menyempatkan waktu untuk menulis, menerjemah, mengedit, mentahqiq dan mentakhrij beberapa karya ilmiah, antara lain:

Karya dalam Bahasa Arab

لمحات عن حياة الشيخ احمد مصطفى المراغي ومنهج تفسيره، النور للنشر، سورابايا

سيد قطب ومنهج تفسره في ظلال القرآن، النور للنشر، سورابايا

تعليم المتعلم للإمام الزرنوجي، دراسة وتحقيق دييانتاما للنشر، سورابايا، 1999

بداية الهداية للإمام أبي حامد الغزالي دراسة وتحقيق دييانتاما للنشر، سورابايا، 1999

الحكمة في مخلوقات الله، للإمام أبي حامد الغرزالي، دراسة وتحقيق، لم نشر بعد

عقود اللجين في حقوق الزوجين، للشيخ نواوي البنتني، دراسة وتحقيق، دييانتاما للنشر، سورابايا، 2003

المطالعة المختارة في اللغة العربية المعاصرة، الجزء الأول والثاني، دييانتاما للنشر، سورابايا، 2003

Karya dalam Bahasa Indonesia

  • Ideologi Kaum Muslim Fundamentalis, (Diantama, Surabaya, Cet II, 2011 M)
  • Mengadili Islam Liberal, (Kumpulan Karangan, Editor: H. Imam Ghazali Said) Naskah belum terbit.
  • Ahl al-Sunnah Wa al-Jamaah dalam Visi Anak Muda Nahdlatul Ulama, (Jurnal “Nuansa”, Kairo, 1998)
  • Islam dalam Pluralitas Masyarakat Bangsa, (Islam di Era Transisi, Editor: A. Mun’im DZ) (Pustaka Kompas, Jakarta, 2001)
  • Pengembangan Pemahaman Ahl al-Sunnah Wa al-Jamaah di Kalangan Nahdlatul Ulama, (LKIS Yogyakarta, 2002)
  • Mempraktikkan Cara Haji Rasulullah SAW, (Diantama Surabaya,cet.III, 2008)
  • Pengkafiran Sesama Muslim Menurut Abu Hamid al-Ghazali (Diantama Surabaya Cet II, 2011 )
  • Islam dan Transplantasi Organ Tubuh Manusia, (Jawa Pos Surabaya, 2008)
  • Optimalisasi Zakat Sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan, (Jawa Pos Surabaya, 2009).
  • Solusi Islam Terhadap Problem Ibadah dan Sosial Umat, (HARIAN BANGSA Surabaya, 2010-2011)
  • Mencermati Pemikiran Para Pembaharu Muslim Abad IX-XX M, (Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya)
  • Islam dan Demokrasi, (P3M, Jakarta, cet I, 2000)
  • Tanggung Jawab Sosial Kamu Sufi, (P3M IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2005)
  • Gerakan Sempalan Dalam Ikhwanul Muslimin, (Pascaserjana IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2004)
  • Praktik Manasik Haji dan Umrah Rasul saw. Sejarah dan Ragam Pemahamannya di Kalngan Kaum Muslim Indonesia, (Diantama, Surabaya, 2012)
  • Akar Sejarah Zionisme dan Yahudi di Inggris dan Amerika,  (Naskah belum terbit)
  • Sketsa Para Pemikir Pembaharu Abad IXX-XX, (Naskah Belum Terbit)
  • Dari Makkah, Yerussalem Sampai Cordova. Dinamika Kebudayaan Islam di Timur Tengah dan Spanyol, (Kumpulan Karangan, Editor : Imam Ghazali Said, Surabaya, 2016

Karya Terjemah dari Arab ke Indonesia

  • Perbedaan Prinsip antara Wali Allah yang Keramat dan Wali Syetan yang Terlaknat. Oleh: Ibnu Taimiyah, (Al-Ma’arif, Bandung, 1985)
  • Hak-hak Warga Negara Non Muslim dalam Pemerintahan Islam. Oleh: Abul A’la al-Maududi (Diantama Surabaya 2006).
  • Ayat-Ayat Cinta dalam al-Quran dan Ekspresi Para Sastrawan Oleh: DR. Mahmud bin Syarif, (Diantama, Surabaya Cet I, 2007).
  • Bidayatul Mujathid, Analisa Fiqh Para Mujtahid. Oleh: Ibnu Rusyd (Pustaka Amani, Jakarta, Cet. III, 2007) dalam tiga jilid.
  • Metodelogi Kitab Kuning dalam Menilai Hadis. Oleh Dr. Mahmud Tahhan (Diantama, Surabaya Cet II, 2007)

 Karya terjemah dari Bahasa Indonesia ke Arab

دين العدالة، فكرة الإتحاد بين الضربية والركاة، تأليف الأستاذ مصدر فريد، لم ينشر بعد