Home / Konsultasi / PUASA SAMBIL TIDUR

PUASA SAMBIL TIDUR

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

Saya biasa melaksanakan ibadah puasa, tapi di waktu puasa saya tidur dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam, batal atau gak? (Hamba Allah)

Jawab:

Menurut definisi syar’i puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah makan, minum dan berhubungan badan, yang kesemuanya itu dilakukan dengan sengaja dan dalam kondisi sadar. Maka beberapa hal tadi dapat membatalkan puasa, sebab ibadah puasa adalah bersifat menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu bukan berusaha melakukan sesuatu. Maka menahan diri Itu lah substansinya.

Oleh sebab itu, sebuah hadis yang populer di tengah masyarakat Indonesia walaupun banyak yang menilai  sebagai hadis da’if (lemah) dan bahkan maudu’ (palsu), hadis laporan Abdullah bin Abi Aufa yang menyatakan:

نوم الصائم عبادة

“Tidurnya orang berpuasa (itu masih tetap sah) dianggap masih beribadah”. (Hr. Baihaqi:3939)

Hadis ini bermaksud bahwa orang yang berpuasa kemudian tidur, itu puasanya masih dianggap sah, masih dianggap melakukan ibadah puasa, walaupun dari awal hingga akhir dengan syarat ia sudah melakukan niat berpuasa. Tidak ada ibadah yang dapat dilakukan sambil tidur kecuali ibadah puasa ini. Maka, anggapan masyarakat yang sering mengatakan tidurnya orang puasa saja berpahala apalagi bangunnya, itu tidak benar. Yang benar adalah puasanya tetap sah walaupun dalam keadaaan tidur.

Maka, apa yang Bapak lakukan dalam ibadah puasa yaitu tidur dari jam 6 pagi sampai jam 9 malam, itu tetap sah dan tidak membatalkan puasa Bapak. Namun kalau ini yang Bapak lakukan, Bapak melakukan puasa tapi (takutnya, semoga tidak) meninggalkan salat dhuhur, ashar dan magrib. Artinya Bapak melaksanakan perintah tapi meninggalkan perintah yang lainnya, yaitu salat. Jika ini Bapak lakukan dengan sengaja maka segeralah bertobat dan mengqodo salat-salat yang telah ditinggalkan. Tapi bila tidak dengan sengaja (tertidur), maka puasa Bapak tetap sah dan Bapak wajib mengqodo’ salat-salat yang ditinggalkan tadi. Wallahu a’lam.

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About Imam Ghazali

mm
DR. KH. Imam Ghazali Said, MA adalah Pengasuh PESMA AN-NUR dan Dekan Fakultas ADAB UIN Sunan Ampel Surabaya

Check Also

Kedudukan Hadis Tentang Tidurnya Orang Puasa Ibadah

Share this... Pertanyaan: Assalamualaikum Ustadz, apakah hadis yang menyebutkan bahwa tidur pada waktu puasa itu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *