Home / Artikel / Jangan Berhenti Menulis

Jangan Berhenti Menulis

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest
Ilustrasi
Ilustrasi

Selamat Anda yang sudah gabung grup WA Sahabat Pena Nusantara (SPN). Di sini, Anda akan kita paksa menulis. Tidak siap, silakan keluar. Jika masih di dalam, terpaksa kita keluarkan.

Tidak semua orang harus jadi penulis. Profesi adalah mutlak pilihan Anda. Itu pasti. Namun jika sudah gabung di sini, tentu harus komitmen dengan aturan grup ini. Yaitu menulis rutin.

Banyak orang bilang sukar menulis. Sebenarnya tidak sukar. Hanya kurang dipaksa. Saya sendiri sering memaksa diri untuk menulis. Mungkin penulis lain juga sama.

Ada kalanya tulisan kita jelek, kurang menyala. Kenapa? Ya, karena paksaan. Aslinya tidak ada ide, tapi dipaksa-paksa menulis. Bukan idenya yang penting. Namun kalau sudah rutin menulis, kita menjadi terampil. Menulis yang tidak penting pun terasa enak. Mengalir. Itulah hasil paksaan.

Saya suka memaksa orang–yang siap punya karya tulis–untuk menulis. Karena itu, syarat utama pelatihan saya adalah peserta harus mau menulis buku setelah itu. Saya kurang sreg dengan pelatihan yang tidak menghasilkan apa-apa. Meskipun saya dibayar mahal.

Dalam pelatihan saya, bayaran saya murah tidak mengapa, peserta tidak membeli buku saya juga bukan masalah. Yang penting setelah saya kasih pelatihan, harus ada buku yang terbit. Tentu buku karya peserta tadi.

Begitulah yang sudah berlaku di beberapa tempat. Saya tekuni ini, utamanya sejak 2015. Dan, alhamdulillah, inilah yang bikin saya bisa jalan-jalan gratis ke Malaysia, Dubai, Jedah, Madinah, Mekah.

Khusus di Malaysia, saya gunakan untuk membuka SPN Cabang Malaysia. Jasa terbesar di sini adalah Ibu Rita Audriyanti. Beliau ini luar biasa. Ya Allah. SPN Cabang Malaysia, tanpa beliau, adalah nihil. Tapi saya tidak mau memerinci jasa-jasa beliau. Nanti saya dimarahi.

Yang penting, sekitar awal Januari ini saya diundang memberi pelatihan di Brunei Darussalam. Insya Allah. Semoga juga bisa saya manfaatkan untuk buka cabang SPN di sana. Juga wajib terbit buku setelah pelatihan.

Sekarang ini Ibu Rita umrah. Semoga juga berhasil melempangkan jalan untuk SPN punya cabang di Jedah. Saya siap datang ke Jedah lagi jika diperlukan. Kendati saya sangat takut naik pesawat, harus saya berani-beranikan. Syukur bisa umrah lagi.

Share this...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

About M. Husnaini

mm
M. HUSNAINI : Alumni Pesma An-Nur Surabaya Angkatan 2003. Penulis dan Penyunting Sejumlah Buku

Check Also

Diaspora Kaum Yahudi

Share this...  Setelah persatuan dan kesatuan Kerajaan Israel warisan king David dan Solomon itu tak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *