Search
Close this search box.

Tentang Kami

Profil Pesantren

Pesantren Mahasiswa An-Nur adalah salah satu pesantren mahasiswa yang berlokasi di Wonocolo, Surabaya. Pesantren ini didirikan pada tahun 1994 di atas tanah wakaf dari H. Moh. Noer dan puterinya Nikmah Noer, yang terletak di Wonocolo gang Mudin 10 A Surabaya. Pesantren ini diresmikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Agustus 1995.

Sesuai dengan namanya, Pesantren Mahasiswa An-Nur diperuntukkan khusus untuk mahasiswa. Semua santri yang tinggal dan belajar di pesantren diwajibkan berstatus sebagai mahasiswa aktif di berbagai perguruan tinggi. Hal ini menjadi syarat utama untuk dapat menjadi santri di Pesantren Mahasiswa An-Nur.

Keunikan Pesantren Mahasiswa An-Nur terletak pada integrasinya dengan dunia pendidikan tinggi. Para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga aktif menempuh studi di perguruan tinggi masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana santri dapat mengembangkan pemahaman agama yang kuat sekaligus meraih prestasi akademik di bangku kuliah.

 

Meskipun jumlah santri di Pesantren Mahasiswa An-Nur bersifat fluktuatif karena siklus kelulusan mahasiswa, pesantren ini tetap berkomitmen untuk memberikan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan santri sebagai mahasiswa. Program pendidikan di pesantren  dirancang untuk mengakomodasi jadwal perkuliahan dan aktivitas kampus, sehingga santri dapat menjalani studi dengan seimbang.

Pesantren terus berupaya untuk mengembangkan fasilitas dan program pendidikan agar dapat menunjang pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial santri. 

Santri
0 +
Alumni
0 +
Staff Pengajar
0 +
Award
0 +

Profil Pengasuh

Imam Ghazali Said, seorang sosok yang telah mengukir jejak panjang dalam dunia pendidikan dan pengabdian terhadap ilmu dan agama Islam. Perjalanan akademiknya yang gemilang menjadi bukti nyata akan kecintaan dan dedikasinya terhadap pendidikan.

Berawal dari studi Sarjana (S1) dalam bidang Studi Agama di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Kulliyah Lughah al-Arabiyah syu’bah Tarikh wa al-Hadharah di al-Azhar Kairo, Imam Ghazali Said terus menempuh jalan menuju puncak keilmuan. Dengan semangat yang tak pernah padam, beliau melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana, meraih gelar Magister (S2) di Khartoum International Institute for Arabic Language Sudan dan gelar Doktor (S3) di fakultas Dirasat al-Islamiyyah UIN Sunan Ampel.

Tahun 2019 menjadi momen yang sangat istimewa dalam perjalanan akademik Imam Ghazali Said. Beliau diangkat menjadi Guru Besar di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, sebuah pengakuan tertinggi dalam dunia akademik yang membuktikan kecemerlangan dan dedikasinya dalam keilmuan.

Sebagai seorang pendidik dan pengasuh di Pesantren Mahasiswa An-Nur, Imam Ghazali Said senantiasa membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para santri. Beliau menjadi teladan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya, serta memberikan bimbingan spiritual bagi mereka yang menempuh jalan pendidikan di pesantren.

Dengan latar belakang pendidikan yang luas dan pengalaman yang kaya, Imam Ghazali Said terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam dan pembinaan generasi muda. Beliau menjadi inspirasi bagi para santri dan alumni Pesantren Mahasiswa An-Nur untuk terus mengejar ilmu, mengabdi kepada masyarakat, dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Kehadiran Imam Ghazali Said sebagai pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur menjadi berkah tersendiri bagi para santri. Dengan bimbingan dan arahannya, mereka diharapkan dapat menjadi generasi yang unggul, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal ilmu dan iman yang kokoh.